PENCEMBURU TANPA HAK DAN BARANG BUKTI


Bagian tersulit melewati sebuah malam adalah,
Ketika imagi - imagi itu hadir menyesaki ruang pikirku.
Dan seketika dibersamanya, aku menjadi seorang pencemburu tanpa hak dan barang bukti.

Pertanyaan - pertanyaan rumit yang sempat aku endapkan kini terus menuntut hadirnya sebuah jawaban
Tentang bagaimana kau melewati malam bersama dia atau mereka.
Ucapan - ucapan mesrakah? 
Tawa - tawa riangkah? 
Senyuman - senyuman kecilmukah? kecupan dikeningmukah? Tengkukmukah? Bibirmukah? 
Atau bahkan gerayang tangan diujung rambutmukah? Entahlah.

mungkin saja,
Imagi itu hanyalah butiran dari letupan rindu yang tak sempat aku tumpahkan
Dari rindu yang aku nanak dengan bakar tak berapi

Namun,
Aku dan semestapun tahu
Kau adalah bentangan rimba untuk seekor kucing rumahan sepertiku.
Yang pada akhirnya akan sia - sia saja setiap rintih dalam aminku itu
Sedangkan memperjuangkanmu hanya bisa aku lakukan di sela ruang - ruang kecil dalam doaku.

Komentar

  1. Cemburu kan tanda cinta.. kenapa si cemburu itu perlu.. Rasul kita pun pencemburu kok..

    BalasHapus

Posting Komentar