Detective Conan: pesta ulang tahun



*PROLOG

“Raaaaan ambilkan jas terbaikku di lemari kamarku” teriak mouri yang lebih dikenal dengan detective tidur.
“tunggu sebentar -,-“  jawab Ran yang baru bangun tidur dan masih dalam keadaan mengantuk.
“hahahahaha hari ini akan jadi hari yang menyenangkan” tawa khas dari mouri diiringi dengan muka mesum yang juga sudah menjadi khas nya.
dasar detective payah -_-“ gumam seorang bocah kecil yang dari tadi sedang duduk menyaksikan acara berita di TV.
**Sebuah pesta ulang tahun. Apakah akan ada sebuah misteri atau kode yang harus dipecahkan. Apapun itu, kebenaran hanya ada satu. Bertubuh kecil namun berpikir dewasa. Dia adalah… detective Conan!.**
Pagi hari ini, Minggu yang cerah di awal februari, 2 Februari 2014, detective mouri diundang khusus oleh seorang anak dari pemilik salah satu perusahaan besar di Tokyo untuk menghadiri ulang tahun perusahaannya.
***
“terimakasih atas bantuannya”
“ah itu masalah kecil hehehehe“
“iya tapi berkat anda tas saya dapat kembali”
“hahahha iyaa, lain kali hati2 disini memang banyak pencuri”
“oh iya kebetulan, sebagai tanda terimakasihnya, maukah anda datang ke acara ulang tahun perusahaan ayah saya? Ini kartu nama saya”
“oh hahah oke oke”
***
Bulatan hitam dimatanya mouri berada dibagian atas, seperti orang yang lagi mabuk, dan pipinya tiba2 menjadi merah. Ya, lagi membayangkan saat pertemuan pertama dengan seorang perempuan yang mengundangnya untuk datang ke acara ulang tahun itu.
Mouri tidak bisa menghadiri acara itu seorang diri, Ran terpaksa ikut untuk mengawasi ayahnya agar tidak berbuat macam2. Conan pun dipaksa ikut oleh Ran.
“kalian merepotkan saja!”
sebenarnya aku juga malas -_-”

Tepat jam 8 pagi mereka pun tiba dengan menggunakan mobil sewaan pak mouri. Sebuah rumah mewah yang besar berada dibalik pintu gerbang yang menjulang kini berada dihadapan mereka.
“hhmm jadi pestanya dirumah” gumam mouri.

“heeiii.. “ teriakan renyah dari seorang wanita muda dari jarak yang agak jauh. Ternyata dari balik pintu gerbang. Wanita itu berlari mendekati.
“silahkan masuk pak mouri” ajakannya dengan ramah.
“hahaha baik baik, oh iya perkenalkan ini anak saya Ran, disampingnya si bocah numpang, Conan” pak mouri memperkenalkan Ran dan Conan tapi matanya tak lepas dari wanita muda yang sangat cantik yang kini berdiri dihadapannya.
apa maksudnya bocah numpang -_-“ gerutu Conan dalam hati.
“nama saya Deliana (20), saya salah satu anak dari pemilik rumah ini, salam kenal ya”
“He he iya salam kenal “ jawab Ran.

Conan dan semuanya diantar masuk kerumah dan langsung menuju ke halaman belakang rumah. Halaman yang sangat luas dengan kolam renang kecil ditengahnya, banyak sekali meja dengan penutup kain berwarna putih serta makanan diatasnya. Tamu undangan yang datang  diperkirakan sekitar 300 orang lebih termasuk para pemimpin perusahaan yang sudah terkenal karena prestasinya yang gemilang dan juga para artis  kenalan dari pemilik pesta ini.
“waaaaaa” muka paman mouri langsung menjadi mesum saat menginjakan kaki di halaman belakang ini. “waaaa banyak sekali artis terkenal dan wanita – wanita cantik disini hahahaha”
“aaaaaaaaaaaaa a a a” tiba – tiba paman berteriak. Ternyata ran menginjak kakinya.
“-_-“


Conan, Ran, paman Mouri dan Deliana langsung menuju ke  arah pinggir kolam, disana ternyata sudah ada keluarga dari Deliana.
Seorang bapak gendut dengan rambut yang mulai habis serta kumis tebalnya, lebih mirip seperti Hercule Poirot namun postur tubuhnya lebih pendek. Duduk disampingnya seorang wanita cantik paruh baya berkacamata, tangannya memegang minuman, dia adalah istrinya (Mai Kuraki, 28).
“yah, ini paman mouri yang sudah Deliana ceritakan kemarin”
“wohoho.. detective terkenal Mouri Kogoro, selamat datang” sambut laki – laki yang diapanggil ayah oleh Deliana itu dengan menyodorkan tangannya. Hampir sebagian orang yang ada disana memandang ke arah Mouri dengan kagum. Mereka pun saling berkenalan dan mengobrol. Sangat ramai sekali suasananya.
“anu.. saya ijin masuk ke rumah untuk berdandan sebentar” Deliana berbicara kepada ayahnya.
“baiklah” ijin ayahnya. Deliana pun segera masuk kedalam rumah.

Sekitar 50 menit kemudian.

“baiklah” terdengar suara dengan microphone.

“mungkin sudah saatnya kita awali acara ulang tahun ini, sebagai pembuka acara yang pertama akan dilakukan pelepasan balon gas” setiap orang memegang satu balon gas dan melepaskannya dengan aba – aba yang dipimpin oleh MC, sangat ramai sekali dengan tawa yang keluar dari mulut setiap orang. Indah sekali, ratusan balon gas terbang pada saat bersamaan.

“dan acara selanjutnya adalah sambutan serta pengumuman penting dari pemilik pesta ini. oke, kepada bapak Fumiya Okada dipersilahakan”

Namun pak Okada tidak kunjung ada, semua orang kebingungan, mouri celingak celinguk ke kiri dan ke kanan mencari bapak gendut yang dari tadi berada disampingnya. Namun tidak ada.

“haduh, kejutan apa lagi yang akan dia tunjukan” gumam istri Okada. Tatapan Conan langsung menajam, memperhatikan wanita itu.

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” tiba – tiba terdengar teriakan yang sangat kencang dari seorang wanita, asal suaranya dari dalam rumah. Teriakan ketakutan.  Suasana langsung mengkeruh dengan gemuruh dari semua orang yang ada waktu itu.

Conan langsung berlari.

“eh conan” Ran menyadarinya.

“ayaaaaaaaaaaaah” teriakan itu berujung tangisan. Conan berlari menuju sumber teriakan.

Akhirnya disebuah toilet terlihat laki – laki gendut dengan posisi telungkup dengan darah yang menggenang tertindih badannya yang besar, air keluar deras dari keran di salah satu wastafel toilet itu.

Deliana berdiri di mulut pintu toilet seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya mulai mengeluarkan air mata.

“kak Ran, cepat panggil polisi!!!. Paman, jangan biarkan satu orang pun keluar dari  rumah ini” ucap Conan dengan ekspresi yang sangat serius.

Conan memeriksa keadaan korban dan TKP.

Posisi korban telungkup dan tepat didepannya adalah tembok. Banyak sekali darah ditembok itu.

Korban mengenakan baju jas. Conan memperhatikan bagian lengan baju korban. Salah satu kancing pada lengannya ada yang terbuka.

“hhmm”

Beberapa menit kemudian akhirnya seorang inspektur  kepolisian pusat di divisi kejahatan pembunuhan, Megure bersama dengan jajarannya dan tim forensic datang ke TKP. Mayat langsung dievakuasi. Mai, Deliana dan laki – laki berbadan tinggi kekar, Hyoudo (23) yang merupakan anak putra dari korban harus merelakan kejadian yang tak terduga ini menjemput ayahnya pergi.
Tamu undagan masih ditempat yang sama, dihalaman belakang.
“lagi – lagi kalian -_-” ucap megure. “dimana ada kalian pasti aja ada kasus -_-, bias diceritakan apa yang sebenarnya terjadi“
“hari ini, hari ini adalah pesta ulang tahun suami saya yang ke 12 tahun” tutur Mai dengan mencoba menahan tangisannya.”pestanya dilaksanakan dihalaman belakang rumah kita, kebetulan halamannya luas.  Ada beberapa acara, pertama kita melepaskan balon gas secara bersama – sama, sambutan dari suami saya, dan di akhir akan ada makan bersama, namun pada saat dibagian sambutan tiba – tiba dia tidak ada memberikan sambutannya, dan anak saya Deliana menemukannya ditoilet itu”. Mai memeluk anaknya Deliana yang tak sanggup lagi menaha air mata.
“oh jadi begitu” gumam megure.
“pak ini laporan dari hasil evakuasi korban” seorang petugas menyerahkan sebuah catatan kecil kepada megure.
“bisa anda bacakan pak” teriak Conan dengan nada khas seorang anak bocah.
“korban bernama Fumiya Okada 45 tahun. Tewas akibat sebuah tusukan benda tazam di bagian lambung. Korban tewas antara pukul 10.00 – 10.45. dalam saku baju korban ditemukan secarik kertas.” Seorang petugas menunjukan kertas yang telah dimasukkan ke dalam plastik bening.
Diruangan itu, tepatnya diruangan TV dekat pintu keluar menuju halaman belakang hanya ada Mai yang merupakan Istri Korban, Deliana dan Hyoudo yang merupakan anak dari korban, Conan, Ran, Mouri, Inspektur Megure dan dua orang petugas yang mengawal Megure.
“hhmm kira – kira ada informasi tambahan lagi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak kepolisian?”
“oh ya, beberapa menit sebelum akan dilaksanakan pelepasan balon gas itu, suamiku berbicara kepada saya seraya melepaskan kedua kancing lengannya dan meminta izin kepada saya untuk pergi ke toilet sebentar, untuk mencuci muka dan berjanji akan kembali dengan cepat untuk memberikan sambutannya. Namun seperti yang kita tahu bahwa dia tidak kembali lagi, dan dia juga menyuruhku untuk mengingatkan Deliana bahwa pelepasan balon akan segera dimulai” dia kembali menangis.
“hmm begitu ya, jadi dapat disimpulkan bahwa pelaku pembunuhan itu ada didalam rumah ini dan tidak mengikuti acara pelepasan balon.” Megure menarik kesimpulan dengan gaya khas nya sendiri.
“ya benar! Siapa saja yang waktu itu berada didalam rumah dan tidak mengikuti pelepasan balon?” teriak kogoro mouri.
“tidak! Saya bukan pembunuhnya, mana mungkin aku membunuh suamiku sendiri!” teriak bu mai dengan diiringi tangisnya.
“saya, ibu, dan Hyoudo,” ucap Deliana dengan nada suara yang kecil menjawab pertanyaan Mouri.
“semuanya adalah anggota keluarga korban” gumam conan.
“tidak!! Potong Hyoudo. ”waktu itu aku melihat pak Utsugi berada didalam rumah!”
“cepat panggil dia kesini!” suruh inspektur megure kepada salah satu petugas.
Pak Utsugi (46) adalah satu teman lama korban. Dia adalah pemilik perusahaan besar, usahanya yang digelutinya sama dengan perusahaan korban. Bias dibilang kalau dia adalah saingan almarhum dalam bidang usaha.
“inspektur megure, bolehkah kita semua tahu apa isi dari kertas itu” Conan menunjuk ke arah kertas yang ada dalam plastic yang tengah di pegang oleh seorang petugas tadi.
“oh iya.. tidak ada salahnya” jawab inspektur seraya mengambil kertas itu dengan mengenakan sarung tangan. Dan mulai membacakan.
Dan ternyata kertas itu merupakan sebuah surat wasiat yang mengumumkan bahwa perusahaan yang kini dipegang oleh almarhum akan dipindah tangankan kepada anaknya Hyoudo. Hyoudo sangat terkejut mendengar isi kertas yang ditulis dengan tulisan tangan itu.
“oke, ini akan menjadi bahan penyelidikan untuk kami.” Tutup megure. “ mungkin saya akan mengintrogasi para tersangka” ucap megure seraya mengangkat tubuhnya yang dari tadi terduduk.
“apa lebih baik kita mengintrogasi mereka di tempat yang berbeda satu sama lainnya. Untuk melihat kasus ini dari berbagai sudut pandang yang bebas dan tidak hanya terpaku pada satu titik dan sekaligus membuka kejujuran dari setiap tersangka.” ucap conan yang terlihat terus berpikir.
“hmm benar juga” jawab megure.
Setiap tersangka pun ditempatkan ditempat yang berbeda – beda sesuai dengan saran dari conan.
#Deliana
Megure, Mouri, conan dan deliana kini berada dikamar deliana tepatnya di lantai 2 rumah ini.
“Siapa yang wanita ini?” Tanya conan seraya mengambil foto yang dibungkus dengan frame berwarna hitam di atas meja dekat ranjang.
“itu adalah ibu kandung ku” dengan raut muka yang masih sedih deliana duduk pada samping ranjang, seperti ranjang pengantin, ranjang ini hanya cukup untuk dua orang.
“maksudmu, bu Mai itu ibu turi mu?” Tanya megure.
“iya, dia adalah istri muda ayah, semenjak ayah menikah lagi hampir setiap malam aku tidur dikamar ini bersama ibu. Dan kini ibu sudah meninggal dua tahun yang lalu. Dia meninggal diranjang ini, sakitnya sudah terlalu parah, menurut keterangan dokter ibuku terlalu banyak menanggung beban pikiran.. ”
“oh maaf. Oke kita mulai saja” ucap megure mengawali introgasi. “saudari deliana, apa yang sedang anda lakukan saat kejadian mengenaskan itu terjadi?”
“sesudah saya berdandan di kamar saya turun dan langsung menuju ke dapur, aku ingin mengajak kakak saya Hyoudo untuk mengikuti acara di halaman belakang, namun kakak ku tidak ada disana waktu itu. aku mendengar suara air deras keluar dari keran, suara air itu berasal dari dalam toilet yang ada didekat dapur, sebenarnya aku sangat heran karena air di toilet dan air di wastafel dapur tidak menyala sejak dua hari yang lalu, mungkin sudah rusak saluran airnya, karena suka tiba – tiba mati dan hidup dengan sendirinya ibu mai berniat memanggil tukangnya setelah pesta ini berakhir. aku kira kakak ku ada disana namun saat aku mengetuk pintu toilet itu tidak ada jawaban juga, lalu aku buka pintunya dan aku mendapati ayah saya.. “ dia menangis lagi.
“aneh sekali, kalau sudah tau airnya mati, kenapa korban memilih toilet disana?”
“mungkin hanya ayah yang tidak tahu kalau airnya sedang mati, karena dia baru datang dari luar kota kemarin sore karena urusan pekerjaannya”
Conan memperhatikan salah satu gorden jendela kamar berwarna pink yang bisa digeser ke kanan dan ke kiri itu berayun karena adanya tiupan angin dari luar, terdapat warna kusam pada bagian kanan kain gorden tersebut.
“hhmm.. begitu ya, menurutmu pandanganmu bagaimana orang – orang yang menjadi tersangka lainnya, ibu mai, Hyoudo, Itsugi, dan ayahmu sendiri?”
“ayah saya sangat baik, ya walaupun perhatiannya lebih banyak kepada bu Mai dan ibu ku sering merasa kesepian. Tapi walaupun begitu dia ayah yang baik, dia tidak pernah pilih kasih kepada anak – anaknya. Lalu kakak tiri ku Hyoudo, dia orang yang cerdas, rajin berolahraga,  sangat pintar memasak, dan yang paling dia senangi adalah fhotografi, namun dia sedikit pendiam. Akhir – akhir ini dia sering mengurung di kamarnya dan kadang – kadang pergi keluar dengan kameranya. Lalu ibu mai, dia adalah ibu tiriku yang sangat sangat baik, tidak ada bedanya dengan ibuku, dia menyayangiku seperti ibu kandungku menyayangiku, tidak pernah pilih kasih, aku pun sangat menyayanginya karena sifatnya yang baik hati, dia adalah ibu rumah tangga yang hebat, dia tidak membolehkan ayah untuk menyewa pembantu dirumah ini, walaupun ayah selalu memaksa tetapi ibu mai tetap keukeuh dan selalu mengerjakan tugas rumah tangga dengan baik. Dan terakhir adalah pak itsugi, dia adalah teman ayah dari dulu, aku mengetahuinya karena dulu sering main ke rumah, namun semenjak setahun ini beliau tidak pernah lagi datang kemari.. aku tidak tau kenapa.”
“hmm baiklah terimakasih atas keterangannya, ini sangat membantu”

#Hyoudo
Banyak sekali foto – foto didinding kamarnya, foto wanita yang berbeda – beda dan sangat cantik, juga banyak foto – foto saat kembang api, foto – foto saat perayaan tahun baru dan banyak sekali.
“wooho siapa wanita ini” mouri menunjuk wanita yang ada di foto.
“aku juga tidak mengenalnya, aku sering memfoto wanita – wanita saat mereka tidak menyadari adanya kamera, bagiku itu sangat cantik dan alami sekali.”
Conan memperhatikan leptop di atas meja.. ya seperti meja tempat belajar, disamping kanannya ada sekangkir kopi dan disamping kiri laptop ada secarik kertas dengan banyak sekali coretan.
“oke baik. Apa yang anda lakukan saat kejadian?”
“saat itu aku sedang memasak untuk sajian pada acara makan – makan bersama para undangan, pada saat itu ayah datang ke dapur dan menyuruhku untuk bersiap - siap pergi kehalaman belakang karena acara sudah dimulai. Oh iya saat itu ayah langsung menuju ke toilet untuk cuci muka katanya. Aku hanya mengiyakan saja. Lalu setelah itu aku pergi kemarku dilantai atas untuk mengganti pakaianku dan mengikuti acara dihalaman belakang. namun saat aku berada dikamar aku mendengar teriakan dari deliana di lantai bawah.
“kalau ayah menurutku orangnya baik, namun cara berpikirnya sangat berbeda denganku, mungkin karena memang dia bukan ayah kandungku”
“jadi Fumiya adalah ayah tirimu dan bu mai adalah ibu kandungmu?”
“begitulah”
“kalau ibu, dia sosok ibu yang mungkin didambakan oleh setiap anak, aku bangga mempunyai ibu seperti dia.”
“deliana, dia orang yang menarik, dia lemah lembut, dan aku akui dia memang manis.”
“pak itsugi, aku tidak mengenalnya.”
“ngomong kenapa dengan jempol tangan kananmu?” Tanya megure memperhatikan jempol tangan hyoudo yang dibalut dengan perban.
“oh ini, waktu itu aku sedang mengiris wortel untuk sajian makan nanti, dan ayah mengagetkanku dari belakang, yah begitulah.. “
“oke terimakasih untuk semau informasinya”
#ibu mai
Didalam kamar bu mai, banyak sekali terdapat foto keluarga ditempel didinging. Terdapat satu meja rias besar disana. Bedak – bedak berada dibagian kanan meja dan kosmetik lainnya disimpan dibagian kanan meja.
“seperti yang sudah saya bilang, aku diminta suamiku untuk memanggil Deliana karena acara sudah dimulai, aku pun melaksanakan perintahnya. Aku naik ke lantai atas dan mengetuk kamar deliana dengan memanggilnya, dan dia pun menjawab iya dari dalam, lalu aku segera kembali ke halaman belakang setelah itu.”
“suamiku, dia orang yang sangat berharga untukku, dia yang menyelamatkanku. Dulu, dia melihat keadaanku yang tidak memungkinkan dengan perekonomian yang rendah akibat suamiku menceraikanku. Lalu dia menikahiku. Dia bagaikan malaikat penolong untukku waktu itu. Aku tidak mungkin membunuhnya” dia menangis.
“yah ada sedikit kebiasaan aneh dari dia, dia selalu membuat kejutan yang membuat kita cemas dan khawatir bahkan sampai marah, namun pada akhirnya kita akan melihat bagaimana baikknya dia.”
“kedua anakku, mereka adalah anak – anak yang baik, cerdas dan penurut, aku begitu menyayanginya. Tidak mungkin mereka sampai membunuh ayahnya sendiri. “
“pak itsugi, suamiku pernah membicarakan tentang dia kepadaku, tidak ada hal negative dari apa yang suamiku ceritakan tentang dia.”

“Greeeeek”
Conan membuka sebuah laci pada salah satu lemari. Dia mengeluarkan sebuah kertas dan..
“dasar bocaaaah nakal.. pergi sana!!!!” paman mouri menendangnya.

Namun “ eh ini.. bukannya kertas yang sama dengan yang ada didalam saku jas korban?” conan menunjukan kertas itu kepada paman mouri dan megure.
“Tunggu”
“ada sedikit perbedaan, ah… surat wasiat ini menyatakan bahwa perusahaan akan dipindahtangankan kepada deliana.” Semuanya terkaget.
“tapi bentuk tulisannya sama percis” hmm
Inspektur megure pun meminta conan agar menyerahkan kertas itu kepadanya sebagai bahan untuk pertimbangan selanjutnya.
#pak itsugi
“saat itu saya benar – benar ingin buang air besar, aku tidak bisa menahannya, oleh karena itu aku melewatkan acara pelepasan balon itu, walau pada akhirnya aku sedikit menyesal melewatkannya. Saat itu aku bertemu dengan anak laki – laki itu (hyoudo) dan dia yang menunjukan toilet kepadaku”
***
“maaf dek toiletnya sebelah mana ya?”
“oh disitu pak”
***
“dia menyapaku dengan sangat ramah. Dan dia juga menunjukan toilet yang paling dekat.”
“almarhum bagiku adalah sosok yang hebat. Yah walaupun aku sangat kecewa dan sedikit emosi dengan keputusannya waktu dulu, dia memecatku dari perusahaan, padahal perusahaan itu kita bangun dari nol sampai lumayan besar. Aku tidak tau alasan dia memecatku waktu itu. Yang jelas dia memberiku banyak sekali uang. Dan aku pun memanfaatkannya untuk membuka kembali usaha yang sama, dan berniat menjadi lebih sukses dari pada almarhum.”
“aku tidak begitu mengenal Hyoudo. Namun aku sedikit tau mengenai anak pertama temanku itu, deliana. Dia tumbuh dengan cantik.”
“bu mai, istri kedua temanku itu, aku juga tidak terlalu mengenalnya, sebab aku baru pertama kali bertemu dengannya.”
“oke baiklah terimakasih atas kesediaan anda”
hhmm.. tidak salah lagi, pembunuhnya adalah dia.. tapi tunggu..” gumam conan dalam hati.
Conan berlari menuju ke dalam dapur dan mengorek – ngorek tempat sampah disana. Dibagain bawah tempat sampah itu terdapat sebuah kain dengan banyak lumuran darah.
sudah kuduga..”
Lalu conan berlari menaiki tangga menuju toilet yang berada dilantai atas, lalu dia masuk dan memeriksa.. Tidak ada apa – apa.

“lapor inspektur.. senjata atau alat yang digunakan sebagai alat pembunuhan tidak ditemukan. Dan menurut pemilik rumah alat – alat didapur sama sekali tidak ada yang hilang.”
“oke, baiklah..”
Conan membidikan jam tangan yang bisa mengeluarkan jarum pembius tepat kearah leher dari paman mouri.. dan
“slriiit”

To be continued..
 =========================================================================
 Pecahkan kasus diatas

Salam cium
Ridwan Rifandi

Komentar