[Lonn and azhar'case] "pencurian dokumen rancangan pewasat terbang jaman purba"
London, 20 Desember 19**
09.00 p.m
malam
Deras sekali hujan yang mengguyur kota London saat ini.
Masyarakat kota London khawatir akan bencana banjir datang, seperti 21 november tahun lalu. Tidak terlihat satu orang pun berlalu lalang
di jalan. Sungguh tidak seperti biasanya. Azhar pun menutup gorden yang sengaja ia buka utk melihat keadaan luar hotel.
@Croydon Hotels
"sepertinya hujan ini tak akan berhenti sampai pagi, Lonn!" ujar Azhar kepada teman sekamarnya sembari melangkah dari arah jendela ke arah kursi merah yang berjejer. Lonn terlihat sangat serius membaca sebuah surat kabar harian yang dia beli tadi pagi, sebelum masuk hotel.
"heii Lonn apa kau mendengarku ?" sekali lagi Azhar berkata, namun Lonn tetap membaca surat kabar tersebut, seakan - akan hanya indra mata saja yang dia gunakan, namun telinganya tidak. Azhar pun menyerah, dan diam dengan wajah yang cemberut. Namun setelah beberapa menit berlalu,
"menarik" ucap Lonn tiba - tiba, yang sedikit mengagetkan temannya, Azhar.
"maksudmu Lonn?"
spontan Azhar pun bertanya dengan sedikit menelengkan kepalanya.
"kau coba baca ini." jawab Lonn sembari mengulurkan surat kabar yang dari tadi dia baca itu.
"hhmm.."
------------------------------------------------------------------------
inti berita :
dua hari lalu, tepatnya tanggal 18 Desember 19** jam 11.00 a.m. Sebuah
gedung dimasuki oleh segerombol pencuri, namun akhirnya seorang satpam di gedung itu menyadarinya, dan langsung menghubungi pihak kepolisian disana. Pencuri - pencuri itu menyadari kedatangan polisi dan mereka pun berhasil melarikan diri
, namun untungnya seorang polisi berhasil meringkus salah satu dari mereka.
Pihak polisi pun memperoleh informasi, bahwa mereka adalah orang - orang Cunningham. Cunningham adalah seorang pencuri yang sudah terkenal, ia melarikan
diri dari penjara. Cunninggham diambil dari penjara Brixton dan mendapat tuduhan pencurian senilai £1,25 juta. Setelah diselidiki, ternyata sekumpulan pencuri tersebut mengincar sebuah dokumen rahasia, yaitu sebuah rancangan pesawat terbang jaman purba, yang nilainya sangat teramat tinggi. Rancangan tersebut pertama kali ditemukan di Mesir, tepatnya disebuah kuil bernama abydos yang dibangun untuk dewa osiris oleh firaun Mesir kuno. Karena takut jatuh ke tangan yang salah, Mesir menyerahkannya kepada Inggris, dan kini sedang dipelajari. Dan malam tadi, rancangan berharga tersebut, hampir saja hilang.
------------------------------------------------------------------------
"hhmm.. Bagaimana Azhar ?" tanya Lonn sembari menggankat tubuhnya dari sandaran kursi.
"seperti yang kau katakan tadi." jawab Azhar dengan wajah yang serius. "menarik."
"haha.." Lonn tertawa kecil dan merebahkan kembali tubuhnya bersandar. "tapi aku sangat yakin kalau saat ini benda itu dalam bahaya."
"tentu saja", sahut Azhar. "namun orang - orang yang berada digedung tersebut akan lebih meningkatkan keamanannya juga."
"haha.. kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya."timpal Lonn.
"apa kau tertarik, azhar?"
"hei hei Lonn bukannya kita kesini untuk berlibur, bukan untuk menyelidiki kasus."
"haha.. kita tak bisa jauh dari kasus."
"ah, terserah kau saja, "
sahut azhar sembari melemparkan surat kabar ke atas meja. "aku mau istirahat, besok mau jalan - jalan."
"hoaemmm.."
***
09.00 a.m
pagi
"krekkk.." suara pintu kamar Hotel Lonn dan Azhar terbuka, dan terpampang pemandangan Azhar didepan pintu.
"dari mana saja kau, aku menunggumu."tanpa basa - basi Lonn langsung bertanya."ayo siap - siap, kita harus cepat."
"eh? Mau kemana kau? Dandananmu rapi sekali Lonn." dengan wajah yang sedikit kaget Azhar bertanya sembari melangkah ke dalam kamar.
"kau baca saja telegram yang ada diatas meja." sahut Lonn sembari membenarkan kerah baju jas hitamnya. "tadi pelayan hotel ini, mengirimkannya kesini."
"ini maksudmu?" tanya azhar dan langsung membacanya, Lonn hanya meliriknya dan kembali berdandan.
------------------------------------------------------------------------
"ketua LHSD (London High Shcoll detective) kemarin malam menghubungiku, bahwa disana sudah terjadi sebuah kasus pencurian, aku langsung teringat pada kalian, dan aku ingin kalian ikut dalam penyelidikan, karena semua murid detective disana sedang berlibur. Pergilah ke gedung Ritz."
RC
------------------------------------------------------------------------
"Ritz??" spontan Azhar terkejut."gedung ini kan..."
"ya, tempat dimana rancangan kuno itu berada." jawab Lonn."dan tadi aku melihat news, katanya benda itu sudah tidak ada ditempatnya lagi, alias hilang."
"bagaimana bisa ?"
"ah, pertanyaan yang bagus. Dan untuk mengetahui jawabannya, ayo kita bergegas."
"tunggu dulu."cela Azhar."ceritakan padaku, apa yang kau ketahui mengenai kasus pencurian ini !."
"hhmm, baiklah." ucap Lonn mendekati Azhar dan langsung duduk."dokumen itu ditemukan."
"apa? maksudmu apa Lonn? aku bingung, haha kau mempermainkanku."
"oke!! Begini, tadi pagi, setelah aku menerima telegram dan menyadari bahwa dokumen rancangan itu hilang, aku mendengar berita di televisi, bahwa dokumen rancangan itu ditemukan dikamar salah satu rumah pegawai yang bekerja di gedung Ritz, orang ltu bernama James D. Kenedy. Dan dengan otomatis james dituduh sebagai pencuri dari dokumen rancangan tersebut. Namun setelah diselidiki oleh polisi, James ditemukan mati tadi pagi, tergeletak di ditengah jalan."
"kau tau di jalan apa?"
"memangnya dimana?"
"jalan Bojong Sereh, kau tau kan tentang jalan itu?"
"apa?? tentu saja, salah satu jalan angker di London. jalan yang tidak akan ada kendaraan lalu lalang dari jam 11 malam kesana. Karena dipercaya, kalau ada yang lewat kesana, maka kematianlah yang sudah pasti akan ditemui."
"ya ya cukup, kau sepertinya tau sekali ==, dan menurut hasil pemeriksaan tim porensik, korban mati kira - kira pukul 9 sampai jam 10 malam. Terdapat beberapa bekas benturan benda tumpul dikepala bagian belakang, serta dua luka tusuk dipunggung sebelah kanan. Oh ya, menurut pemeriksaan juga, korban dalam keadaan sedikit mabuk."
"hhmm.. Baiklah aku mengerti, kita akan pergi kemana sekarang?."
"kita pergi ke tempat jalan hantu itu"
***
@jalan dimana Mayat james ditemukan
demi kepentingan penyelidikan, polisi menutup lalu lintas di jalan tersebut untuk sementara waktu. agar bukti - bukti tidak ada yang hilang.
Setelah tiba disana, terlihat beberapa polisi sedang berjaga - jaga dan memeriksa sekitar daerah 'polisi line'. Lonn dan Azhar pun langsung memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan mereka. Akhirnya polisipun membolehkan dua detective ini untuk memasuki daerah yang dibatasi polisi line tersebut untuk melakukan penyelidikan.
"jadi disini ya, korban tergeletak mati. Hmm apa kau tidak melihat ada yang aneh Lonn?"
"ya, tidak ada bercak - bercak noda darah disini." jawab Lonn sembari jongkok memperhatikan aspal dijalan tersebut. "oh iya, katanya korban tergeletak, bagian bawah korban atau punggung korban, basah. Namun bagian atas atau wajah kebawah, sama sekali tidak basah. Pada saku celana korban tidak ditemukan sesuatu yang aneh."
"aneh sekali, semalam kan hujan."
ucap Azhar.
"tidak, tidak, aku tidak tidur semalam, dan hujan reda kira - kira jam 11. Tapi perkiraan korban mati adalah antara jam 9 sampai jam 10. Jadi ada kemungkinan kalo mayat korban terguyur air hujan, tapi ini tidak basah. "
"hhmm.. aku kira sudah cukup Lonn."
"ya, dan sekarang kita periksa mobil hitam yang ada disamping mayat korban ini."
"memangnya mobil ini milik siapa?"
"tentu saja ini mobil milik korban yang selalu dipakai oleh korban kemana saja."
"aku rasa tidak perlu Lonn. Tapi terserah kau sajalah."
pertama - tama Lonn berjalan mengelilingi mobil sedan hitam itu. Sementara Azhar berdiri memperhatikan.
"hhmm aku rasa tidak ada yang aneh Lonn." ucap Azhar." hanya satu pintu depan kiri yang terbuka. Dan James tepat dibawahnya, seperti baru keluar dan dihantam secara tiba - tiba."
Lonn tidak berkata apapun. Dia langsung masuk dan memeriksa ke dalam mobil tersebut. Pertama - tama bagian depan mobil dan berlanjut ke bagian belakang.
"hhmm apa ini?" gumam Lonn sembari memperhatikan sedikit noda yang ada dikursi mobil bagian belakang. "hm darah." ucapnya dalam hati.
Setelah usai memeriksa, Lonn pun keluar dan menceritakan apa yang dia temukan didalam mobil kepada sahabatnya, Azhar.
Setelah merasa sudah cukup, Lonn dan Azhar memutuskan untuk kembali ke hotel.
***
@hotel
"sepertinya kita perlu bukti baru, yang dapat memberi sedikit titik terang pada pemecahan kasus ini." ucap Azhar sembari duduk dikursi.
"kenapa james bisa terbunuh. Apa hanya karena mitos yang ada mengenai jalan tempat diamana mayat james ditemukan. aku rasa bukan." timpal Lonn yang duduk agak jauh dari Azhar.
"hhmm.. dugaan sementara kali ini, James lah yang mencuri dokumen rancangan itu. Menurutmu apa motifnya untuk mencuri?"
"aku kira karena nilainya"
"hmm apa kau bisa memberikan alasan lain, selain itu?"
"tidak"
"oke! mari mulai menebak - nebak Azhar, kenapa james bisa terbunuh? untuk sementara kita sampingkan dulu tentang mitos itu."
"hmm menurutku, james menemui seseorang yang mau menghargai dokumen itu, sebelumnya dia sudah mencuri dokumen itu, dan memastikan seseorang itu bahwa dokumen sudah ada digenggamannya. Mereka bertemu, dan bertransaksi didalam mobil milik james. Namun pada pembicaraan itu menggiring mereka pada pertengkaran sengit, munculah niat seseorang itu untuk membunuh james dan mencuri dokumen rancangan itu darinya. Namun apa yang terjadi, james tidak membawanya, dokumen itu tidak ada dalam mobil, pelaku kesal dan membuat semuanya seperti pembunuhan dengan memanfaatkan mitos tempat itu." jelas Azhar panjang lebar.
"hmm.. segala kemungkina memang bisa terjadi, tapi kau tau Azhar, setelah aku mengusap bagian atas mobil James, sama sekali tidak basah."
"hmm.." Azhar pun bergumam, kerutan diantara kedua halis matanya nampak terlihat.
"sepertinya besok, kita harus menemui salah satu pegawai di Gedung Ritz itu, Azhar. Untuk mendapatkan data tambahan mengenai kasus ini. "
"hmm ya."
***
@Gedung Ritz
dokumen rancangan pesawat jaman purba itu disimpan disini, sebelumnya memang hilang, tapi sudah disimpan kembali ke lemari besi tempat dokumen itu sebelumnya.
"apa kau sudah tau siapa yang harus kita temui Lonn?"
"Alfred Elf. katanya dia adalah orang yang cukup dekat dengan James, dan sebelum kematian James, james juga sempat ke rumahnya untuk kumpul - kumpul bersama karyawan lain."
"hemm begitu ya."
*percakapan dengan Alfred
"untuk menambah data yang saya perlukan, bisakah anda menceritakan apa yang anda ketahui mengenai kasus pencurian dokumen itu" ucap Lonn mengawali.
"ah ya, aku tidak menyangka temanku sendiri mencuri benda yang sangat kita jaga. "
"dan aku juga tidak tau kenapa dia bisa terbunuh."
"oh ya, katanya beberapa jam sebelum kematiannya james sempat ikut ke acara kumpul - kumpul di rumah anda. Apakah benar begitu."
"ya benar sekali. aku mengadakan acara tersebut dirumahku, dan aku mengundang teman - teman karyawan yang dekat dengan saya saja. dan James sedikit mabuk waktu itu, tapi hanya sedikit, aku rasa itu tidak berpengaruh. Acara berakhir kira - kira pukul 7 malam."
"hmm, dan bubar jam kerja ?"
"kami selesai kerja jam 2, dan semua langsung berangkat ke rumah saya tanpa pulang terlebih dahulu."
azhar terlihat sedang sibuk mencatat disebuah buku kecil yang selalu dibawanya. Dan Lonn kembali bertanya.
"lalu apa saat pulang, James sendirian?"
"tidak, dia berdua dengan Arnold. Arnold tidak membawa mobil saat itu karena rusak dan mobilnya masuk bengkel, karena arah rumah Arnold searah dengan James, jadi James mengantarkannya."
"bisa anda ceritakan mengenai Arnold tersebut ?"
"hem dia termasuk teman yang baik, dia juga sering membantuku dan teman - teman yang lain saat membutuhkan bantuan, dia juga menarik, humoris, ya yang aku suka dari dia adalah itu, kantor akan sepi tanpa kehadiraannya. Kurasa cuman itu, tidak ada yang aneh dari dia."
"hemm, lalu James, menurut anda, seperti apakah dia?"
"james, dia sedikit keras, tegas, dia juga sangat jujur, kinerja kerjanya sangat baik, sampai saat ini aku tidak percaya kalau dialah pencuri dokumen itu, aku lihat dia tidak pernah punya masalah, tidak ada alasan dia untuk mencuri. Namun akhir - akhir ini aku lihat dari wajahnya dia sedang sakit."
"hemm begitu ya."gumam Lonn."lalu apa anda tau, dikantor James dekat dengan siapa saja ?"
"kami semua sangat dekat, tapi satu orang, yaitu teman satu ruang James, dia adalah calvin fereira, mejanya bersampingan dengan James. Mereka berdualah yang berhubungan langsung mengenai kerahasiaan dari dokumen tersebut. Dan mereka berdualah yang memegang kunci lemari besi tersebut, tempat dimana dokumen itu disimpan."
"apa dia ikut dalam acara kumpul - kumpul dirumah anda?"
"ya"
"apa saat pulang, calvin dan james berbarengan?"
"tentu saja, karena memang satu arah, namun tidak jauh dari rumahku, jalan menuju rumah Calvin harus menempuh belokan. Dan James bersama Arnold."
"baik, lalu siapa saja yang memegang kunci utama dari gedung ini?, bukannya untuk mengambil dokumen rahasia itu, harus melewati pintu utama kan?"
"ya benar. Dan yang memegang kunci tersebut adalah, aku, james, calvin."
"hemm, begitu ya. Ng lalu mengenai kunci lemari besi, apa anda yakin James dan Calvin tidak akan menghilangkannya?"
"ya, tentu saja, mereka berdua sangat teliti, oleh karena itu, mereka sangat dipercaya."
"hemm, baiklah." Lonn bernafas beberapa detik."ini pertanyaan terakhir, apa dihari saat anda dan teman - teman anda mengadakan acara, dokumen rancangan tentang pesawat terbang jaman purba tersebut, masih ada didalam lemari besi?."
"aku pribadi kurang tau, hari itu adalah bagian tugas James memeriksa. Tapi sepertinya, ada."
"oke! terimakasih tuan."
"ya sama - sama."
01.00 p.m
Lonn dan Azhar meninggalkan gedung Rizt. Kini petunjuk mulai bertambah, namun semua masih hitam, awan gelap tetap saja menghiasi langit.
"Mau kemana sekarang Lonn ?"Azhar akhirnya memberanikan diri bertanya.
"entah kenapa aku penasaran dengan James itu. jadi, aku akan singgah sebentar di rumahnya."
"apa kau tau alamatnya ?."
"ada yang memberikannya tadi."
"hem baiklah."
***
@kediaman James D. Kennedy
Lonn dan Azhar disambut oleh dua orang wanita dan satu orang pria. Wanita tersebut adalah ibu dan adik dari James. Dan pria berambut pendek dengan perawakan tinggi adalah kakak dari James.
Kabarnya ibu dan adik James sedang menderita penyakit, dan sekarang sangat parah, mereka berdua hanya tertidur di kamarnya. Rose, ibu James, terbaring dengan mata yang sangat lebam akibat banya mengeluarkan air mata, dia sedih menyadari bahwa James sudah meninggal dan dia juga tidak menerima kalau James adalah pelaku dari kasus pencurian yang ada dikantor James sendiri.
"tolong nak, James memang sudah meninggal, tapi aku mohon bersihkan namanya, sebab aku yakin dia tidak mungkin mencuri." begitulah yang terus dia ucapkan kepada Lonn dan Azhar dengan diiringi tangis. Yang mengurus sementara Ibu dan adik james adalah kakaknya, Raul D. Kennedy.
"apa anda bisa tunjukkan dmana kamar James?" tanya Lonn kepada Raul.
"te tentu saja." jawabnya dengan sedikit tegang.
Raul pun mengarahkan Lonn dan Azhar sampai dikamar James, yaitu tempat ditemukannya surat - surat penting itu, sesudah dikabarkan hilang. Lonn dan Azhar langsung memeriksanya, sementara Raul hanya diam berdiri memperhatikan.
"apa anda tau pertama kali dokumen ini ditemukan disini?" tanya Azhar.
"pagi hari, sewaktu ibuku mau memeriksa kamar James, apakah dia ada dikamar atau tidak, karena semalam di tidak pulang. begitulah yang saya tau dari ibu. awalnya ibu tidak tau barang apa itu, ibu bingung karena semalam tidak ada barang seperti itu dikamar James. Akhirnya ibu memanggilku, waktu itu aku sedang tertidur pulas karena semalam aku tidak tidur. Ibu bertanya apa James kemarin malam pulang, aku tidak tau, lalu ibu menunjukan barang itu kepadaku, aku kaget dan langsung menelpon pihak perusahaan kakakku, James. Saat itu aku tau pasti sedang ribut - ribut, setelah barang itu diambil kembali, otomatis kakakku pun yang dituduh sebagai pencuri, dan polisipun mencari James hingga Akhirnya kakakku James ditemukan meninggal. Mengetahui kabar itu, kami sekeluarga sangat sedih, terutama ibuku yang sampai saat ini belum bisa menerima kenyataan.
"hmmm.." Lonn bergumam dan setelah menyadari Raul selesai becerita Azhar pun langsung bertanya,
"Raul." ucapnya. "tepatnya dimana dokumen itu ditemukan?"
"tepat diatas meja kerjanya ini, disini." Raul menunjuk meja yang ada sedikit buku namun terlihat banyak.
"hemm begitu ya."
"aku rasa sudah cukup Lonn." ujar Azhar.
"ya."
hanya beberapa puluh menit, lalu mereka berpamitan dan kembali ke Croydon.
"bagaimana Lonn?"
"semakin aku masuk, semakin banyak jalan yang bercabang."
"malam mulai larut, sebaiknya kita tidur, semoga matahari besok bersinar sedikit lebih terang."
***
23 Desember
07.00 a.m
pagi
"hey Lonn, aku baru saja mendapatkan fakta baru mengenai kasus ini." ujar Azhar sembari menyeruak masuk ke kamar hotel.
"ada apa?" jawab Lonn dengan lemas.
"seseorang pernah melihat mobil milik James terparkir didepan sebuah rumah yang sudah tidak ditempati pada malam kematian James, kira - kira jam delapan lebih. Dan yang mengejutkan lagi, rumah itu milik Alfred Elf." jelas Azhar dengan mata yang berbinar - binar, ternyata benar, mentari bersinar sedikit lebih cerah.
"apa kau yakin, yang barusan kau katakan itu benar?" tanya Lonn dengan wajah yang berubah menjadi serius.
"ya, dan sebaiknya kita bergegas sekarang."
***
@74 Howards Roads
"apa kau yakin rumah itu yang dimaksud, Azhar?"
"menurut informasi, memang itu rumahnya."
mereka berjalan sangat tergesa - gesa. Dan akhirnya sampah disebuah rumah kosong tak terurus, terlihat sebuah garasi dengan kapasitas dua mobil. Daun - daun
basah dan ranting - ranting pohon berserakan di halaman rumah juga di teras rumah.
"sebaiknya kita langsung geledah rumah ini."
"hey Lonn bukannya kita belum mendapat surat izin untuk menggeledah."
"tidak perlu, kita hanya perlu lebih hati - hati kepada petugas disekitar sini, dan dari tadi disini aku jarang melihat orang - orang berlalu lalang."
"terserah kau saja lah."
pintu depan rumah ternyata dapat dibuka dengan mudah, tidak dikunci, atau memang sudah didobrak sebelumnya, entahlah. Lantai warna putih namun sedikit kusam, terdapat sebuah jejak kaki dengan sedikit lumpur yang sudah mengering. Lonn dan Azhar memasuki setiap ruang dirumah itu, mengikuti jejak kali itu, Azhar dan Lonn dibawa menaiki sebuah tangga menuju lantai dua, semakin hilang dan tak ada jejak kaki tersebut.
Terdapat dua kamar dilantai dua. Lonn dan Azhar memasuki kamar pertama.
"tidak ada yang aneh Lonn." ujar Azhar.
Hanya kamar berantakan biasa yang mereka dapati, mereka berlanjut ke kamar berikutnya.
"eh noda apa ini?" ujar Lonn yang langsung jongkok diambang pintu kamar kedua ini.
"apa ?" tanya Azhar penasaran.
"darah.. Hmm tapi sepertinya sudah lumayan lama." Lonn memasuki ruangan kamar ini, sepintas memang tidak ada yang aneh, dan memang tidak aneh, cukup besar ukuran kamarnya, terdapat juga kursi sofa dikamar ini.
"banyak sekali potongan - potongan kertas kosong berserakan, Lonn hemm."
"periksa saja."
"ya. eh yang ini ada tulisannya Lonn tapi sepertinya ini hanya tulisan tanggal '20 DESEMBER' kertasnya juga agak lusuh."
"hhmm, ada yang lain?"
"tidak ada. eh ada Lonn, tapi yang ini berbeda, tulisannya 'HANYA KAU DAN APA YANG AKU INGINKAN', kertasnya sama seperti yang tadi, agak lusuh."
"hmm dan aku menemukan tulisan "HERE" dikertas yang sama percis dengan yang kau temukan."
"oh ya. tapi apakah ini ada hubungannya Lonn ?"
"entahlah.. "
tiba - tiba tatapan Azhar tertuju pada sebuah tulisan di sebuah kaca meja yang dikelilingi kursi.
Azhar menghampiri meja kaca tersebut, dia menelengkan kepalanya memperhatikan. Lonn pun langsung menolehkan kepalanya memperhatikan. Memang terdapat tulisan dengan spidol (mungkin) berwarna merah.
"THE WAITING ROOM AT MANDEVILLE HOSPITAL, 24 DESEMBER, 08.00"
begitu Azhar mengeja tulisan tersebut.
"mungkinkah ini petunjuk yang kita tunggu - tunggu Lonn?"
"entahlah Azhar, aku tidak tau lagi harus bagaimana. Kalau memang itu yang harus kita lakukan."
"ya, tidak ada lagi sesuatu yang berarti bukan? Kita harus mencoba segala kemungkinan. Aku yakin pintu keluar tinggal beberapa langkah lagi."
"fyuh.."
"sebaiknya kita kembali ke hotel. Sudah tidak ada yang berguna lagi disini."
"yah"
***
sesampainya di hotel, mereka mendapat telegram yang berisi,
------------------------------------------------------------------------
iya benar, aku juga lagi di London.
aku bareng sama selingkuhan XD. Emangnya elu beduaan mulu kaya maho XD.
ya, aku juga menerimanya, tapi aku tidak ada waktu, dan aku yakin kalian pasti menyelidikinya. Sebaiknya nama - nama itu kau kirimkan ke Indra. Memang Informan pihak kepolisian akan mendapat data begitu detail, tapi tidak sedetail yang indra akan berikan padamu.
Red
------------------------------------------------------------------------
"hhmm kau mengirim telegram kepada Red ya, Lonn?"
"ya sebelum berangkat tadi. Aku merasa ada yang kurang, aku ingin mengetahui orang - orang itu. Mungkin motif nya akan lebih jelas dan memperkuat hipotesaku."
"sebaik kau kirim telegram ke indra, sebagaimana yang diberitau Red, mungkin besok pagi atau siang kita akan mendapat detail nya."
"ya, aku sungguh tidak sabar menunggu esok lusa.."
to be continued...
09.00 p.m
malam
Deras sekali hujan yang mengguyur kota London saat ini.
Masyarakat kota London khawatir akan bencana banjir datang, seperti 21 november tahun lalu. Tidak terlihat satu orang pun berlalu lalang
di jalan. Sungguh tidak seperti biasanya. Azhar pun menutup gorden yang sengaja ia buka utk melihat keadaan luar hotel.
@Croydon Hotels
"sepertinya hujan ini tak akan berhenti sampai pagi, Lonn!" ujar Azhar kepada teman sekamarnya sembari melangkah dari arah jendela ke arah kursi merah yang berjejer. Lonn terlihat sangat serius membaca sebuah surat kabar harian yang dia beli tadi pagi, sebelum masuk hotel.
"heii Lonn apa kau mendengarku ?" sekali lagi Azhar berkata, namun Lonn tetap membaca surat kabar tersebut, seakan - akan hanya indra mata saja yang dia gunakan, namun telinganya tidak. Azhar pun menyerah, dan diam dengan wajah yang cemberut. Namun setelah beberapa menit berlalu,
"menarik" ucap Lonn tiba - tiba, yang sedikit mengagetkan temannya, Azhar.
"maksudmu Lonn?"
spontan Azhar pun bertanya dengan sedikit menelengkan kepalanya.
"kau coba baca ini." jawab Lonn sembari mengulurkan surat kabar yang dari tadi dia baca itu.
"hhmm.."
------------------------------------------------------------------------
inti berita :
dua hari lalu, tepatnya tanggal 18 Desember 19** jam 11.00 a.m. Sebuah
gedung dimasuki oleh segerombol pencuri, namun akhirnya seorang satpam di gedung itu menyadarinya, dan langsung menghubungi pihak kepolisian disana. Pencuri - pencuri itu menyadari kedatangan polisi dan mereka pun berhasil melarikan diri
, namun untungnya seorang polisi berhasil meringkus salah satu dari mereka.
Pihak polisi pun memperoleh informasi, bahwa mereka adalah orang - orang Cunningham. Cunningham adalah seorang pencuri yang sudah terkenal, ia melarikan
diri dari penjara. Cunninggham diambil dari penjara Brixton dan mendapat tuduhan pencurian senilai £1,25 juta. Setelah diselidiki, ternyata sekumpulan pencuri tersebut mengincar sebuah dokumen rahasia, yaitu sebuah rancangan pesawat terbang jaman purba, yang nilainya sangat teramat tinggi. Rancangan tersebut pertama kali ditemukan di Mesir, tepatnya disebuah kuil bernama abydos yang dibangun untuk dewa osiris oleh firaun Mesir kuno. Karena takut jatuh ke tangan yang salah, Mesir menyerahkannya kepada Inggris, dan kini sedang dipelajari. Dan malam tadi, rancangan berharga tersebut, hampir saja hilang.
------------------------------------------------------------------------
"hhmm.. Bagaimana Azhar ?" tanya Lonn sembari menggankat tubuhnya dari sandaran kursi.
"seperti yang kau katakan tadi." jawab Azhar dengan wajah yang serius. "menarik."
"haha.." Lonn tertawa kecil dan merebahkan kembali tubuhnya bersandar. "tapi aku sangat yakin kalau saat ini benda itu dalam bahaya."
"tentu saja", sahut Azhar. "namun orang - orang yang berada digedung tersebut akan lebih meningkatkan keamanannya juga."
"haha.. kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya."timpal Lonn.
"apa kau tertarik, azhar?"
"hei hei Lonn bukannya kita kesini untuk berlibur, bukan untuk menyelidiki kasus."
"haha.. kita tak bisa jauh dari kasus."
"ah, terserah kau saja, "
sahut azhar sembari melemparkan surat kabar ke atas meja. "aku mau istirahat, besok mau jalan - jalan."
"hoaemmm.."
***
09.00 a.m
pagi
"krekkk.." suara pintu kamar Hotel Lonn dan Azhar terbuka, dan terpampang pemandangan Azhar didepan pintu.
"dari mana saja kau, aku menunggumu."tanpa basa - basi Lonn langsung bertanya."ayo siap - siap, kita harus cepat."
"eh? Mau kemana kau? Dandananmu rapi sekali Lonn." dengan wajah yang sedikit kaget Azhar bertanya sembari melangkah ke dalam kamar.
"kau baca saja telegram yang ada diatas meja." sahut Lonn sembari membenarkan kerah baju jas hitamnya. "tadi pelayan hotel ini, mengirimkannya kesini."
"ini maksudmu?" tanya azhar dan langsung membacanya, Lonn hanya meliriknya dan kembali berdandan.
------------------------------------------------------------------------
"ketua LHSD (London High Shcoll detective) kemarin malam menghubungiku, bahwa disana sudah terjadi sebuah kasus pencurian, aku langsung teringat pada kalian, dan aku ingin kalian ikut dalam penyelidikan, karena semua murid detective disana sedang berlibur. Pergilah ke gedung Ritz."
RC
------------------------------------------------------------------------
"Ritz??" spontan Azhar terkejut."gedung ini kan..."
"ya, tempat dimana rancangan kuno itu berada." jawab Lonn."dan tadi aku melihat news, katanya benda itu sudah tidak ada ditempatnya lagi, alias hilang."
"bagaimana bisa ?"
"ah, pertanyaan yang bagus. Dan untuk mengetahui jawabannya, ayo kita bergegas."
"tunggu dulu."cela Azhar."ceritakan padaku, apa yang kau ketahui mengenai kasus pencurian ini !."
"hhmm, baiklah." ucap Lonn mendekati Azhar dan langsung duduk."dokumen itu ditemukan."
"apa? maksudmu apa Lonn? aku bingung, haha kau mempermainkanku."
"oke!! Begini, tadi pagi, setelah aku menerima telegram dan menyadari bahwa dokumen rancangan itu hilang, aku mendengar berita di televisi, bahwa dokumen rancangan itu ditemukan dikamar salah satu rumah pegawai yang bekerja di gedung Ritz, orang ltu bernama James D. Kenedy. Dan dengan otomatis james dituduh sebagai pencuri dari dokumen rancangan tersebut. Namun setelah diselidiki oleh polisi, James ditemukan mati tadi pagi, tergeletak di ditengah jalan."
"kau tau di jalan apa?"
"memangnya dimana?"
"jalan Bojong Sereh, kau tau kan tentang jalan itu?"
"apa?? tentu saja, salah satu jalan angker di London. jalan yang tidak akan ada kendaraan lalu lalang dari jam 11 malam kesana. Karena dipercaya, kalau ada yang lewat kesana, maka kematianlah yang sudah pasti akan ditemui."
"ya ya cukup, kau sepertinya tau sekali ==, dan menurut hasil pemeriksaan tim porensik, korban mati kira - kira pukul 9 sampai jam 10 malam. Terdapat beberapa bekas benturan benda tumpul dikepala bagian belakang, serta dua luka tusuk dipunggung sebelah kanan. Oh ya, menurut pemeriksaan juga, korban dalam keadaan sedikit mabuk."
"hhmm.. Baiklah aku mengerti, kita akan pergi kemana sekarang?."
"kita pergi ke tempat jalan hantu itu"
***
@jalan dimana Mayat james ditemukan
demi kepentingan penyelidikan, polisi menutup lalu lintas di jalan tersebut untuk sementara waktu. agar bukti - bukti tidak ada yang hilang.
Setelah tiba disana, terlihat beberapa polisi sedang berjaga - jaga dan memeriksa sekitar daerah 'polisi line'. Lonn dan Azhar pun langsung memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan mereka. Akhirnya polisipun membolehkan dua detective ini untuk memasuki daerah yang dibatasi polisi line tersebut untuk melakukan penyelidikan.
"jadi disini ya, korban tergeletak mati. Hmm apa kau tidak melihat ada yang aneh Lonn?"
"ya, tidak ada bercak - bercak noda darah disini." jawab Lonn sembari jongkok memperhatikan aspal dijalan tersebut. "oh iya, katanya korban tergeletak, bagian bawah korban atau punggung korban, basah. Namun bagian atas atau wajah kebawah, sama sekali tidak basah. Pada saku celana korban tidak ditemukan sesuatu yang aneh."
"aneh sekali, semalam kan hujan."
ucap Azhar.
"tidak, tidak, aku tidak tidur semalam, dan hujan reda kira - kira jam 11. Tapi perkiraan korban mati adalah antara jam 9 sampai jam 10. Jadi ada kemungkinan kalo mayat korban terguyur air hujan, tapi ini tidak basah. "
"hhmm.. aku kira sudah cukup Lonn."
"ya, dan sekarang kita periksa mobil hitam yang ada disamping mayat korban ini."
"memangnya mobil ini milik siapa?"
"tentu saja ini mobil milik korban yang selalu dipakai oleh korban kemana saja."
"aku rasa tidak perlu Lonn. Tapi terserah kau sajalah."
pertama - tama Lonn berjalan mengelilingi mobil sedan hitam itu. Sementara Azhar berdiri memperhatikan.
"hhmm aku rasa tidak ada yang aneh Lonn." ucap Azhar." hanya satu pintu depan kiri yang terbuka. Dan James tepat dibawahnya, seperti baru keluar dan dihantam secara tiba - tiba."
Lonn tidak berkata apapun. Dia langsung masuk dan memeriksa ke dalam mobil tersebut. Pertama - tama bagian depan mobil dan berlanjut ke bagian belakang.
"hhmm apa ini?" gumam Lonn sembari memperhatikan sedikit noda yang ada dikursi mobil bagian belakang. "hm darah." ucapnya dalam hati.
Setelah usai memeriksa, Lonn pun keluar dan menceritakan apa yang dia temukan didalam mobil kepada sahabatnya, Azhar.
Setelah merasa sudah cukup, Lonn dan Azhar memutuskan untuk kembali ke hotel.
***
@hotel
"sepertinya kita perlu bukti baru, yang dapat memberi sedikit titik terang pada pemecahan kasus ini." ucap Azhar sembari duduk dikursi.
"kenapa james bisa terbunuh. Apa hanya karena mitos yang ada mengenai jalan tempat diamana mayat james ditemukan. aku rasa bukan." timpal Lonn yang duduk agak jauh dari Azhar.
"hhmm.. dugaan sementara kali ini, James lah yang mencuri dokumen rancangan itu. Menurutmu apa motifnya untuk mencuri?"
"aku kira karena nilainya"
"hmm apa kau bisa memberikan alasan lain, selain itu?"
"tidak"
"oke! mari mulai menebak - nebak Azhar, kenapa james bisa terbunuh? untuk sementara kita sampingkan dulu tentang mitos itu."
"hmm menurutku, james menemui seseorang yang mau menghargai dokumen itu, sebelumnya dia sudah mencuri dokumen itu, dan memastikan seseorang itu bahwa dokumen sudah ada digenggamannya. Mereka bertemu, dan bertransaksi didalam mobil milik james. Namun pada pembicaraan itu menggiring mereka pada pertengkaran sengit, munculah niat seseorang itu untuk membunuh james dan mencuri dokumen rancangan itu darinya. Namun apa yang terjadi, james tidak membawanya, dokumen itu tidak ada dalam mobil, pelaku kesal dan membuat semuanya seperti pembunuhan dengan memanfaatkan mitos tempat itu." jelas Azhar panjang lebar.
"hmm.. segala kemungkina memang bisa terjadi, tapi kau tau Azhar, setelah aku mengusap bagian atas mobil James, sama sekali tidak basah."
"hmm.." Azhar pun bergumam, kerutan diantara kedua halis matanya nampak terlihat.
"sepertinya besok, kita harus menemui salah satu pegawai di Gedung Ritz itu, Azhar. Untuk mendapatkan data tambahan mengenai kasus ini. "
"hmm ya."
***
@Gedung Ritz
dokumen rancangan pesawat jaman purba itu disimpan disini, sebelumnya memang hilang, tapi sudah disimpan kembali ke lemari besi tempat dokumen itu sebelumnya.
"apa kau sudah tau siapa yang harus kita temui Lonn?"
"Alfred Elf. katanya dia adalah orang yang cukup dekat dengan James, dan sebelum kematian James, james juga sempat ke rumahnya untuk kumpul - kumpul bersama karyawan lain."
"hemm begitu ya."
*percakapan dengan Alfred
"untuk menambah data yang saya perlukan, bisakah anda menceritakan apa yang anda ketahui mengenai kasus pencurian dokumen itu" ucap Lonn mengawali.
"ah ya, aku tidak menyangka temanku sendiri mencuri benda yang sangat kita jaga. "
"dan aku juga tidak tau kenapa dia bisa terbunuh."
"oh ya, katanya beberapa jam sebelum kematiannya james sempat ikut ke acara kumpul - kumpul di rumah anda. Apakah benar begitu."
"ya benar sekali. aku mengadakan acara tersebut dirumahku, dan aku mengundang teman - teman karyawan yang dekat dengan saya saja. dan James sedikit mabuk waktu itu, tapi hanya sedikit, aku rasa itu tidak berpengaruh. Acara berakhir kira - kira pukul 7 malam."
"hmm, dan bubar jam kerja ?"
"kami selesai kerja jam 2, dan semua langsung berangkat ke rumah saya tanpa pulang terlebih dahulu."
azhar terlihat sedang sibuk mencatat disebuah buku kecil yang selalu dibawanya. Dan Lonn kembali bertanya.
"lalu apa saat pulang, James sendirian?"
"tidak, dia berdua dengan Arnold. Arnold tidak membawa mobil saat itu karena rusak dan mobilnya masuk bengkel, karena arah rumah Arnold searah dengan James, jadi James mengantarkannya."
"bisa anda ceritakan mengenai Arnold tersebut ?"
"hem dia termasuk teman yang baik, dia juga sering membantuku dan teman - teman yang lain saat membutuhkan bantuan, dia juga menarik, humoris, ya yang aku suka dari dia adalah itu, kantor akan sepi tanpa kehadiraannya. Kurasa cuman itu, tidak ada yang aneh dari dia."
"hemm, lalu James, menurut anda, seperti apakah dia?"
"james, dia sedikit keras, tegas, dia juga sangat jujur, kinerja kerjanya sangat baik, sampai saat ini aku tidak percaya kalau dialah pencuri dokumen itu, aku lihat dia tidak pernah punya masalah, tidak ada alasan dia untuk mencuri. Namun akhir - akhir ini aku lihat dari wajahnya dia sedang sakit."
"hemm begitu ya."gumam Lonn."lalu apa anda tau, dikantor James dekat dengan siapa saja ?"
"kami semua sangat dekat, tapi satu orang, yaitu teman satu ruang James, dia adalah calvin fereira, mejanya bersampingan dengan James. Mereka berdualah yang berhubungan langsung mengenai kerahasiaan dari dokumen tersebut. Dan mereka berdualah yang memegang kunci lemari besi tersebut, tempat dimana dokumen itu disimpan."
"apa dia ikut dalam acara kumpul - kumpul dirumah anda?"
"ya"
"apa saat pulang, calvin dan james berbarengan?"
"tentu saja, karena memang satu arah, namun tidak jauh dari rumahku, jalan menuju rumah Calvin harus menempuh belokan. Dan James bersama Arnold."
"baik, lalu siapa saja yang memegang kunci utama dari gedung ini?, bukannya untuk mengambil dokumen rahasia itu, harus melewati pintu utama kan?"
"ya benar. Dan yang memegang kunci tersebut adalah, aku, james, calvin."
"hemm, begitu ya. Ng lalu mengenai kunci lemari besi, apa anda yakin James dan Calvin tidak akan menghilangkannya?"
"ya, tentu saja, mereka berdua sangat teliti, oleh karena itu, mereka sangat dipercaya."
"hemm, baiklah." Lonn bernafas beberapa detik."ini pertanyaan terakhir, apa dihari saat anda dan teman - teman anda mengadakan acara, dokumen rancangan tentang pesawat terbang jaman purba tersebut, masih ada didalam lemari besi?."
"aku pribadi kurang tau, hari itu adalah bagian tugas James memeriksa. Tapi sepertinya, ada."
"oke! terimakasih tuan."
"ya sama - sama."
01.00 p.m
Lonn dan Azhar meninggalkan gedung Rizt. Kini petunjuk mulai bertambah, namun semua masih hitam, awan gelap tetap saja menghiasi langit.
"Mau kemana sekarang Lonn ?"Azhar akhirnya memberanikan diri bertanya.
"entah kenapa aku penasaran dengan James itu. jadi, aku akan singgah sebentar di rumahnya."
"apa kau tau alamatnya ?."
"ada yang memberikannya tadi."
"hem baiklah."
***
@kediaman James D. Kennedy
Lonn dan Azhar disambut oleh dua orang wanita dan satu orang pria. Wanita tersebut adalah ibu dan adik dari James. Dan pria berambut pendek dengan perawakan tinggi adalah kakak dari James.
Kabarnya ibu dan adik James sedang menderita penyakit, dan sekarang sangat parah, mereka berdua hanya tertidur di kamarnya. Rose, ibu James, terbaring dengan mata yang sangat lebam akibat banya mengeluarkan air mata, dia sedih menyadari bahwa James sudah meninggal dan dia juga tidak menerima kalau James adalah pelaku dari kasus pencurian yang ada dikantor James sendiri.
"tolong nak, James memang sudah meninggal, tapi aku mohon bersihkan namanya, sebab aku yakin dia tidak mungkin mencuri." begitulah yang terus dia ucapkan kepada Lonn dan Azhar dengan diiringi tangis. Yang mengurus sementara Ibu dan adik james adalah kakaknya, Raul D. Kennedy.
"apa anda bisa tunjukkan dmana kamar James?" tanya Lonn kepada Raul.
"te tentu saja." jawabnya dengan sedikit tegang.
Raul pun mengarahkan Lonn dan Azhar sampai dikamar James, yaitu tempat ditemukannya surat - surat penting itu, sesudah dikabarkan hilang. Lonn dan Azhar langsung memeriksanya, sementara Raul hanya diam berdiri memperhatikan.
"apa anda tau pertama kali dokumen ini ditemukan disini?" tanya Azhar.
"pagi hari, sewaktu ibuku mau memeriksa kamar James, apakah dia ada dikamar atau tidak, karena semalam di tidak pulang. begitulah yang saya tau dari ibu. awalnya ibu tidak tau barang apa itu, ibu bingung karena semalam tidak ada barang seperti itu dikamar James. Akhirnya ibu memanggilku, waktu itu aku sedang tertidur pulas karena semalam aku tidak tidur. Ibu bertanya apa James kemarin malam pulang, aku tidak tau, lalu ibu menunjukan barang itu kepadaku, aku kaget dan langsung menelpon pihak perusahaan kakakku, James. Saat itu aku tau pasti sedang ribut - ribut, setelah barang itu diambil kembali, otomatis kakakku pun yang dituduh sebagai pencuri, dan polisipun mencari James hingga Akhirnya kakakku James ditemukan meninggal. Mengetahui kabar itu, kami sekeluarga sangat sedih, terutama ibuku yang sampai saat ini belum bisa menerima kenyataan.
"hmmm.." Lonn bergumam dan setelah menyadari Raul selesai becerita Azhar pun langsung bertanya,
"Raul." ucapnya. "tepatnya dimana dokumen itu ditemukan?"
"tepat diatas meja kerjanya ini, disini." Raul menunjuk meja yang ada sedikit buku namun terlihat banyak.
"hemm begitu ya."
"aku rasa sudah cukup Lonn." ujar Azhar.
"ya."
hanya beberapa puluh menit, lalu mereka berpamitan dan kembali ke Croydon.
"bagaimana Lonn?"
"semakin aku masuk, semakin banyak jalan yang bercabang."
"malam mulai larut, sebaiknya kita tidur, semoga matahari besok bersinar sedikit lebih terang."
***
23 Desember
07.00 a.m
pagi
"hey Lonn, aku baru saja mendapatkan fakta baru mengenai kasus ini." ujar Azhar sembari menyeruak masuk ke kamar hotel.
"ada apa?" jawab Lonn dengan lemas.
"seseorang pernah melihat mobil milik James terparkir didepan sebuah rumah yang sudah tidak ditempati pada malam kematian James, kira - kira jam delapan lebih. Dan yang mengejutkan lagi, rumah itu milik Alfred Elf." jelas Azhar dengan mata yang berbinar - binar, ternyata benar, mentari bersinar sedikit lebih cerah.
"apa kau yakin, yang barusan kau katakan itu benar?" tanya Lonn dengan wajah yang berubah menjadi serius.
"ya, dan sebaiknya kita bergegas sekarang."
***
@74 Howards Roads
"apa kau yakin rumah itu yang dimaksud, Azhar?"
"menurut informasi, memang itu rumahnya."
mereka berjalan sangat tergesa - gesa. Dan akhirnya sampah disebuah rumah kosong tak terurus, terlihat sebuah garasi dengan kapasitas dua mobil. Daun - daun
basah dan ranting - ranting pohon berserakan di halaman rumah juga di teras rumah.
"sebaiknya kita langsung geledah rumah ini."
"hey Lonn bukannya kita belum mendapat surat izin untuk menggeledah."
"tidak perlu, kita hanya perlu lebih hati - hati kepada petugas disekitar sini, dan dari tadi disini aku jarang melihat orang - orang berlalu lalang."
"terserah kau saja lah."
pintu depan rumah ternyata dapat dibuka dengan mudah, tidak dikunci, atau memang sudah didobrak sebelumnya, entahlah. Lantai warna putih namun sedikit kusam, terdapat sebuah jejak kaki dengan sedikit lumpur yang sudah mengering. Lonn dan Azhar memasuki setiap ruang dirumah itu, mengikuti jejak kali itu, Azhar dan Lonn dibawa menaiki sebuah tangga menuju lantai dua, semakin hilang dan tak ada jejak kaki tersebut.
Terdapat dua kamar dilantai dua. Lonn dan Azhar memasuki kamar pertama.
"tidak ada yang aneh Lonn." ujar Azhar.
Hanya kamar berantakan biasa yang mereka dapati, mereka berlanjut ke kamar berikutnya.
"eh noda apa ini?" ujar Lonn yang langsung jongkok diambang pintu kamar kedua ini.
"apa ?" tanya Azhar penasaran.
"darah.. Hmm tapi sepertinya sudah lumayan lama." Lonn memasuki ruangan kamar ini, sepintas memang tidak ada yang aneh, dan memang tidak aneh, cukup besar ukuran kamarnya, terdapat juga kursi sofa dikamar ini.
"banyak sekali potongan - potongan kertas kosong berserakan, Lonn hemm."
"periksa saja."
"ya. eh yang ini ada tulisannya Lonn tapi sepertinya ini hanya tulisan tanggal '20 DESEMBER' kertasnya juga agak lusuh."
"hhmm, ada yang lain?"
"tidak ada. eh ada Lonn, tapi yang ini berbeda, tulisannya 'HANYA KAU DAN APA YANG AKU INGINKAN', kertasnya sama seperti yang tadi, agak lusuh."
"hmm dan aku menemukan tulisan "HERE" dikertas yang sama percis dengan yang kau temukan."
"oh ya. tapi apakah ini ada hubungannya Lonn ?"
"entahlah.. "
tiba - tiba tatapan Azhar tertuju pada sebuah tulisan di sebuah kaca meja yang dikelilingi kursi.
Azhar menghampiri meja kaca tersebut, dia menelengkan kepalanya memperhatikan. Lonn pun langsung menolehkan kepalanya memperhatikan. Memang terdapat tulisan dengan spidol (mungkin) berwarna merah.
"THE WAITING ROOM AT MANDEVILLE HOSPITAL, 24 DESEMBER, 08.00"
begitu Azhar mengeja tulisan tersebut.
"mungkinkah ini petunjuk yang kita tunggu - tunggu Lonn?"
"entahlah Azhar, aku tidak tau lagi harus bagaimana. Kalau memang itu yang harus kita lakukan."
"ya, tidak ada lagi sesuatu yang berarti bukan? Kita harus mencoba segala kemungkinan. Aku yakin pintu keluar tinggal beberapa langkah lagi."
"fyuh.."
"sebaiknya kita kembali ke hotel. Sudah tidak ada yang berguna lagi disini."
"yah"
***
sesampainya di hotel, mereka mendapat telegram yang berisi,
------------------------------------------------------------------------
iya benar, aku juga lagi di London.
aku bareng sama selingkuhan XD. Emangnya elu beduaan mulu kaya maho XD.
ya, aku juga menerimanya, tapi aku tidak ada waktu, dan aku yakin kalian pasti menyelidikinya. Sebaiknya nama - nama itu kau kirimkan ke Indra. Memang Informan pihak kepolisian akan mendapat data begitu detail, tapi tidak sedetail yang indra akan berikan padamu.
Red
------------------------------------------------------------------------
"hhmm kau mengirim telegram kepada Red ya, Lonn?"
"ya sebelum berangkat tadi. Aku merasa ada yang kurang, aku ingin mengetahui orang - orang itu. Mungkin motif nya akan lebih jelas dan memperkuat hipotesaku."
"sebaik kau kirim telegram ke indra, sebagaimana yang diberitau Red, mungkin besok pagi atau siang kita akan mendapat detail nya."
"ya, aku sungguh tidak sabar menunggu esok lusa.."
to be continued...
==================================================================================
oke! para detective, simple saja tugas dariku.
analisis kasus diatas, apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa dalang dibalik semua ini.
jawaban dikirim padaku lewat message baru. paling lambat tanggal 23 Januari 2011 jam 23.59, dengan subjek "jawaban case H.S.D". selesai gak selesai kumpulkan ! XD
segala macam bentuk pertanyaan silahkan kirim lewat wall grup, (add fb ku untuk memudahkan dalam menjawab pertanyaan), bila tidak ada jawaban, silahkan pampangkan pertanyaan di wall pribadi saya, bila masih tidak ada jawaban, kirim lewat message. bila masih tidak ada jawaban "halah ==" aku terbuka via sms.
"aturannya.. semakin janggal sesuatu. Biasanya semakin tidak misterius." XD XD udah dulu ya.. kebelet *ngacirrr ke WC
Komentar
Posting Komentar