pembunuhan di sebuah bar {7th Heaven}
Midgar's Sector 7
06.00 am
pagi berkabut namun sedikit cerah di sekitar bar bernama 7th Heaven, pagi pagi sekali seorang pelayan bar bernama maria (23),membuka pintu bar. saat pintu terbuka, kabut putih pun sedikit sdikit mulai menyeruak masuk ke dalam bar tersebut, seketika mulai memenuhi ruangan bar.
langkah nya pun mulai mengantarkannya ke dalam bar tersebut. namun tiba tiba setelah sampai di tengah tengah ruangan bar...
"AAAAA...... TO TO TOLOOOONGG'' teriakannya memenuhi ruangan bar, seketika memecahkan ketenangan pagi di bar tersebut.
maria berlari keluar bar berharap menemukan seseorang. lari yang tiba tiba cepat itu dengan muka yang seperti sudah melihat sesuatu yang seram. akhirnya setelah berlari cukup jauh dari bar, tak seorang pun yang dia temui, dia berhenti di sebuah tempat telepon umum, tanpa berfikir panjang dia langsung mnelepon polisi di daerah itu. dia memberikan almat tempat dia menemukan sesuatu yang membuatnya tidak karuan.
setelah itu, akhirnya keadaannya mulai sedikit tenang.
06.30 am
polisi sampai di sebuah bar yang bernama 7th Heaven, memeriksa seluruh ruangan bar, dan mendapati seorang mayat terduduk di sebuah kursi dengan kepala yang menyandar kesebuah meja. seperti orang yang sedang tertidur.
terdapat pecahan botol di lantai sekitar kursi yang mayat duduki, dan juga di meja.
juga terdapat 4 buah cangkir kosong di atas meja tersebut. setelah diidentifikasi, mayat itu bernama antonio (30),tangan kanan korban patah, seprti sudah di pukul sesuatu, dan juga belumuran darah. terdapat luka pukulan di bagian belakang kepala mayat, mungkin ini lah yang menyebabkan kepala mayat menyender ke meja tersebut. tidak salah lagi ini adalah sebuah pembunuhan. diperkirakan korban mati sekitar pukul 12.00 pm.
"sekarang ceritakan apa yang terjadi sebenarnya?"pertanyaan pertamaku kepada seorang pelayan yang memanggilku lewat telepon tadi.
"begini, seperti biasa dan sudah menjadi pekerjaanku yaitu membuka bar ini. membuka pintu dari luar, lalu saya berjalan ke dalam bar, tanpa aku sadari masih ada seorang terduduk di meja, aku kira dia sedang tertidur disana, namun setelh beberapa kali aku menyapanya, dia tidak menjawab sapaanku. aku pun memberankan diri untuk mendekatinya, namun yang aku lihat, mata korban terbuka dan terdapat darah yang keluar dari bagian belakang kepala korban, seketika aku pun kaget dan berteriak minta tolong, aku berlari kluar bar,... setelah lumayan jauh aku brlari, tak ada seorang pun yang aku temui, sampai akhirnya aku menemukan telpon umum, dan tanpa berfikir lagi saya menolepon anda."ungkap maria panjang lebar, kelihaatannya keadaannya mulai benar benar tenang.
"hhmm ... apakah anda masih ingat, dengan siapa saja korban duduk malam kemarin, karena aku melihat di atas meja yang korban sandari ada empat buah cangkir kosong ?" pertanyaanku selanjutnya kepada seorang pelayan yang sedikit masih ada aura ketakutan yang memancar dari raut wajahnya
"emm,... kalo tidak salah semalam aku melihat dia bersama tiga orang. mereka bernama Andre Edward, Toni Frenklin dan satu lagi Manuel Francisco." jawab pelayan itu sambil berusaha mengingat ingat.
"hmm.. apa yang terjadi semalam?' tanyaku lanjut.
"yya, semalam mereka duduk di satu meja, aku meliahat meraka sangat berbahagia, tak sedikit suara tawa dari mereka bergema di dalam ruang bar ini. saat jam 10.00 aku pulang, karena sudah mengantuk, tentu saja sebelumnya aku berpamitan kepada mereka.. karena mereka adalah langganan di bar ini, tak jarang mreka diam disini sampai pagi. akhirnya otomatis saat itu hanya merekalah yang terakhir berada di bar ini." jelas pelayan tersebut..
"hhmm ya sudah, kita panggil mereka bertiga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, dan mungkin saja pelaku pembunuhan ini ada diantara mereka bertiga."kata terakhir ku menutup introgasi saya kepada sang pelayan bar.
" baiklah.."
07.30
semua orang yang dimaksud yaitu Andre Edward (30), Toni Frenklin (29) dan Manuel Francisco (31), telah tiba di bar 7th Heaven ini.
tak ingin membuang buang waktu aku pun langsung mengintrogasi mereka satu per satu.
------------------------------------------------INTROGASI-------------------------------------------
"mulai dari anda Toni frenklin.."
"apa yang anda lakukan semalam di bar ini?" pertanyaan pertamaku kepada Toni.
"semalam saya mengobrol bersama korban, yah lumayan sangat lama... aku juga bersama Andre Edward dan Manuel Francisco, kita satu meja... saking asyiknya kita mengobrol, aku sampai menghiraukan panggilan di handphnoe ku, sudah banyak panggilan tak terjawab dari istriku... karena aku tidak ingin membuat istri saya marah, maklum lah istri saya sedang sakit,.. jadi pada jam 11.30 aku putuskan untuk pulang, lagian sudah malam banget dan kabut pun sudah tebal banget di luar." jawabnya dengan muka yang seperti kedinigan.
"berarti anda yang pulang duluan diantara mereka bertiga?" lanjutku.
" ya begitulah" jawabnya singkat.
"hhmm... apakah sebelumnya anda pernah punya masalah dengan korban?" tanyaku lancar
"emm,.. sebenarnya dia punya hutang kepadaku, yah jumlahnya lumayan lahh,.. tapi sudah lama.. dan pada saat malam kemarin sebelum mengobrol, aku sempat menanyakannya dan menagihnya, karena aku sangat membutuhkan uang saat ini.. tapi dia sama sekali tidak mau membayar dan sama sekali tidak memperdulikannya." jelasnya
"hhmm oke cukup!! terimakasih"
"iya ,.. sama sama."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
''oke ! dan sekarang anda, Manuel Francisco."
"apa yang anda lakukan semalam bersama korban?" tanyaku memulai introgasi kepada Andre.
"aku, semalam seperti biasa bermain ke bar 7th Heaven ini,. dan kebetulan aku bertemu dengan mereka bertiga, kemudian mereka mengajakku untuk mengobrol bersama. tentu saja aku tidak bisa menolak, lalu menghampiri mereka yang sudah berkumpul dalam satu meja. sangat lama aku mengobrol dan bercanda dengan mereka,.. di tengah tengah obrolan kami.. aku permisi ke toilet, aku sangat kebelet waktu itu... setelah selesai dari dalam toilet...saya merasa saya mengantuk sekali dan memutuskan untuk pulang... waktu itu aku pulang setelah Toni." jelas pria yang dari tadi memegang rokok di tangan kanannya.
"hmm.. apa sebelumnya anda pernah punya masalah dengan korban"?
"ah itu, eu.. tidak ,.. tidak sama sekali" jawabnya seperti menyembunyikan sesuatu.
"hmm oke terimakasih.."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
"dan terakhir anda,Andre Edward."
"apa yang anda lakukan semalam bersama korban?" tanyaku kepada manuel
"yah, sama seperti yang lain... saya bertemu dengan korban di bar ini dan tanpa sadar kita sudah mengobrol panjang lebar... ditemani dengan secangkir kopi masing2.. terus saja kita mengobrol membicarakan hal yang tak tentu.. pertama Toni pulang , karena dari tadiistrinya sudah meneleponnya berkalikali, kita melanjutkan obrolan dengan hanya bertiga.. setelah beberapa lama manuel meminta izin ke toilet sebentar.. dan setelah keluar dari toilet dia pun langsung permisi pulang. dan akhirnya kita hanya berdua. aku dan antonio melanjutkan obrolan sampai jam menunjukan pukul 11.45. aku yang sudah berjanji kepada istriku untuk pulang tidak lebih dari jam 12.00 pun lansung pulang dan meninggalkan antonio sendiri di bar."jelas pria berkacamata ini.
"hhmm... apa sebelumnya anda pernah punya masalah bersama korban?"
"sebenarnya dulu aku sempat berkelahi denganya di bar ini, karena masalah dia melecehkan istri saya, namun kejadian itu sudah lama sekali dan aku pun kita pun sudah saling memaafkan.."
"hhmm oke ! terimakasih.."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
setelah proses introgasi selesai akhrnya saya kembali melihat keadaan di sekitar myat korban. aku melihat ke kolong meja tersebut dan memeriksa setiap benda yang ada disana. dan saat aku memeriksa begian atas meja, tidak jauh dari tangan kanan korban terdapat tulisan seperti ini.."43".
"hhmm..." gumamku..
"eh ? maaf maria, aku mau bertanya kepada anda..!!?"aku lansung berjalan kearah maria..
" iya ada pa ?" jawabnya
" aku mau tanya .,, apa korban ini termasuk orang yang kidal?"
"ah, aku rasa tidak"
"hhmm.. jadi begitu"gumamku dalam hati.
to be countinued....
06.00 am
pagi berkabut namun sedikit cerah di sekitar bar bernama 7th Heaven, pagi pagi sekali seorang pelayan bar bernama maria (23),membuka pintu bar. saat pintu terbuka, kabut putih pun sedikit sdikit mulai menyeruak masuk ke dalam bar tersebut, seketika mulai memenuhi ruangan bar.
langkah nya pun mulai mengantarkannya ke dalam bar tersebut. namun tiba tiba setelah sampai di tengah tengah ruangan bar...
"AAAAA...... TO TO TOLOOOONGG'' teriakannya memenuhi ruangan bar, seketika memecahkan ketenangan pagi di bar tersebut.
maria berlari keluar bar berharap menemukan seseorang. lari yang tiba tiba cepat itu dengan muka yang seperti sudah melihat sesuatu yang seram. akhirnya setelah berlari cukup jauh dari bar, tak seorang pun yang dia temui, dia berhenti di sebuah tempat telepon umum, tanpa berfikir panjang dia langsung mnelepon polisi di daerah itu. dia memberikan almat tempat dia menemukan sesuatu yang membuatnya tidak karuan.
setelah itu, akhirnya keadaannya mulai sedikit tenang.
06.30 am
polisi sampai di sebuah bar yang bernama 7th Heaven, memeriksa seluruh ruangan bar, dan mendapati seorang mayat terduduk di sebuah kursi dengan kepala yang menyandar kesebuah meja. seperti orang yang sedang tertidur.
terdapat pecahan botol di lantai sekitar kursi yang mayat duduki, dan juga di meja.
juga terdapat 4 buah cangkir kosong di atas meja tersebut. setelah diidentifikasi, mayat itu bernama antonio (30),tangan kanan korban patah, seprti sudah di pukul sesuatu, dan juga belumuran darah. terdapat luka pukulan di bagian belakang kepala mayat, mungkin ini lah yang menyebabkan kepala mayat menyender ke meja tersebut. tidak salah lagi ini adalah sebuah pembunuhan. diperkirakan korban mati sekitar pukul 12.00 pm.
"sekarang ceritakan apa yang terjadi sebenarnya?"pertanyaan pertamaku kepada seorang pelayan yang memanggilku lewat telepon tadi.
"begini, seperti biasa dan sudah menjadi pekerjaanku yaitu membuka bar ini. membuka pintu dari luar, lalu saya berjalan ke dalam bar, tanpa aku sadari masih ada seorang terduduk di meja, aku kira dia sedang tertidur disana, namun setelh beberapa kali aku menyapanya, dia tidak menjawab sapaanku. aku pun memberankan diri untuk mendekatinya, namun yang aku lihat, mata korban terbuka dan terdapat darah yang keluar dari bagian belakang kepala korban, seketika aku pun kaget dan berteriak minta tolong, aku berlari kluar bar,... setelah lumayan jauh aku brlari, tak ada seorang pun yang aku temui, sampai akhirnya aku menemukan telpon umum, dan tanpa berfikir lagi saya menolepon anda."ungkap maria panjang lebar, kelihaatannya keadaannya mulai benar benar tenang.
"hhmm ... apakah anda masih ingat, dengan siapa saja korban duduk malam kemarin, karena aku melihat di atas meja yang korban sandari ada empat buah cangkir kosong ?" pertanyaanku selanjutnya kepada seorang pelayan yang sedikit masih ada aura ketakutan yang memancar dari raut wajahnya
"emm,... kalo tidak salah semalam aku melihat dia bersama tiga orang. mereka bernama Andre Edward, Toni Frenklin dan satu lagi Manuel Francisco." jawab pelayan itu sambil berusaha mengingat ingat.
"hmm.. apa yang terjadi semalam?' tanyaku lanjut.
"yya, semalam mereka duduk di satu meja, aku meliahat meraka sangat berbahagia, tak sedikit suara tawa dari mereka bergema di dalam ruang bar ini. saat jam 10.00 aku pulang, karena sudah mengantuk, tentu saja sebelumnya aku berpamitan kepada mereka.. karena mereka adalah langganan di bar ini, tak jarang mreka diam disini sampai pagi. akhirnya otomatis saat itu hanya merekalah yang terakhir berada di bar ini." jelas pelayan tersebut..
"hhmm ya sudah, kita panggil mereka bertiga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, dan mungkin saja pelaku pembunuhan ini ada diantara mereka bertiga."kata terakhir ku menutup introgasi saya kepada sang pelayan bar.
" baiklah.."
07.30
semua orang yang dimaksud yaitu Andre Edward (30), Toni Frenklin (29) dan Manuel Francisco (31), telah tiba di bar 7th Heaven ini.
tak ingin membuang buang waktu aku pun langsung mengintrogasi mereka satu per satu.
------------------------------------------------INTROGASI-------------------------------------------
"mulai dari anda Toni frenklin.."
"apa yang anda lakukan semalam di bar ini?" pertanyaan pertamaku kepada Toni.
"semalam saya mengobrol bersama korban, yah lumayan sangat lama... aku juga bersama Andre Edward dan Manuel Francisco, kita satu meja... saking asyiknya kita mengobrol, aku sampai menghiraukan panggilan di handphnoe ku, sudah banyak panggilan tak terjawab dari istriku... karena aku tidak ingin membuat istri saya marah, maklum lah istri saya sedang sakit,.. jadi pada jam 11.30 aku putuskan untuk pulang, lagian sudah malam banget dan kabut pun sudah tebal banget di luar." jawabnya dengan muka yang seperti kedinigan.
"berarti anda yang pulang duluan diantara mereka bertiga?" lanjutku.
" ya begitulah" jawabnya singkat.
"hhmm... apakah sebelumnya anda pernah punya masalah dengan korban?" tanyaku lancar
"emm,.. sebenarnya dia punya hutang kepadaku, yah jumlahnya lumayan lahh,.. tapi sudah lama.. dan pada saat malam kemarin sebelum mengobrol, aku sempat menanyakannya dan menagihnya, karena aku sangat membutuhkan uang saat ini.. tapi dia sama sekali tidak mau membayar dan sama sekali tidak memperdulikannya." jelasnya
"hhmm oke cukup!! terimakasih"
"iya ,.. sama sama."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
''oke ! dan sekarang anda, Manuel Francisco."
"apa yang anda lakukan semalam bersama korban?" tanyaku memulai introgasi kepada Andre.
"aku, semalam seperti biasa bermain ke bar 7th Heaven ini,. dan kebetulan aku bertemu dengan mereka bertiga, kemudian mereka mengajakku untuk mengobrol bersama. tentu saja aku tidak bisa menolak, lalu menghampiri mereka yang sudah berkumpul dalam satu meja. sangat lama aku mengobrol dan bercanda dengan mereka,.. di tengah tengah obrolan kami.. aku permisi ke toilet, aku sangat kebelet waktu itu... setelah selesai dari dalam toilet...saya merasa saya mengantuk sekali dan memutuskan untuk pulang... waktu itu aku pulang setelah Toni." jelas pria yang dari tadi memegang rokok di tangan kanannya.
"hmm.. apa sebelumnya anda pernah punya masalah dengan korban"?
"ah itu, eu.. tidak ,.. tidak sama sekali" jawabnya seperti menyembunyikan sesuatu.
"hmm oke terimakasih.."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
"dan terakhir anda,Andre Edward."
"apa yang anda lakukan semalam bersama korban?" tanyaku kepada manuel
"yah, sama seperti yang lain... saya bertemu dengan korban di bar ini dan tanpa sadar kita sudah mengobrol panjang lebar... ditemani dengan secangkir kopi masing2.. terus saja kita mengobrol membicarakan hal yang tak tentu.. pertama Toni pulang , karena dari tadiistrinya sudah meneleponnya berkalikali, kita melanjutkan obrolan dengan hanya bertiga.. setelah beberapa lama manuel meminta izin ke toilet sebentar.. dan setelah keluar dari toilet dia pun langsung permisi pulang. dan akhirnya kita hanya berdua. aku dan antonio melanjutkan obrolan sampai jam menunjukan pukul 11.45. aku yang sudah berjanji kepada istriku untuk pulang tidak lebih dari jam 12.00 pun lansung pulang dan meninggalkan antonio sendiri di bar."jelas pria berkacamata ini.
"hhmm... apa sebelumnya anda pernah punya masalah bersama korban?"
"sebenarnya dulu aku sempat berkelahi denganya di bar ini, karena masalah dia melecehkan istri saya, namun kejadian itu sudah lama sekali dan aku pun kita pun sudah saling memaafkan.."
"hhmm oke ! terimakasih.."
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
setelah proses introgasi selesai akhrnya saya kembali melihat keadaan di sekitar myat korban. aku melihat ke kolong meja tersebut dan memeriksa setiap benda yang ada disana. dan saat aku memeriksa begian atas meja, tidak jauh dari tangan kanan korban terdapat tulisan seperti ini.."43".
"hhmm..." gumamku..
"eh ? maaf maria, aku mau bertanya kepada anda..!!?"aku lansung berjalan kearah maria..
" iya ada pa ?" jawabnya
" aku mau tanya .,, apa korban ini termasuk orang yang kidal?"
"ah, aku rasa tidak"
"hhmm.. jadi begitu"gumamku dalam hati.
to be countinued....
Komentar
Posting Komentar